Category Archives: Organisasi

Kedukaan

Jika salah satu anggota gereja dipanggil Tuhan maka Gereja berkewajiban mengadakan pelayanan kematian, dan dilakukan sesuai dengan permintaan keluarga yang bersangkutan.

  1. Upacara kematian dilakukan sesuai dengan kebenaran Alkitab, mulai dari rumah duka hingga pemakaman.
  2. Seluruh pembiayaan ditanggung oleh keluarga yang bersangkutan, kecuali bagi keluarga yang tidak mampu, pihak gereja akan bertanggung jawab untuk pembiayaan pemakaman.
  3. Bagi Keluarga yang meminta dilakukan kremasi, upacara pelayanan hanya dilakukan di rumah duka, dan gereja tidak melakukan upacara kremasi.

Pernikahan

Pernikahan adalah kudus, oleh sebab itu pelayanan pernikahan dan pemberkatan hanya dapat dilakukan terhadap jemaat yang memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Kedua calon mempelai atau salah satunya adalah anggota jemaat GPdI SEJAHTERA, minimal 6 bulan.
  2. Kedua calon mempelai belum pernah menikah dengan orang lain.
  3. Kedua calon mempelai atau salah satunya pernah menikah, tetapi pasangannya sudah meninggal dunia.
  4. Pasangan yang sudah menikah dalam jangka waktu tertentu sebelum mereka diselamatkan.
  5. Pernikahan tersebut disetujui oleh kedua belah pihak keluarga.
  6. Mengikuti Katekisasi pernikahan.
  7. Seluruh urusan administrasi yang berhubungan dengan catatan sipil dan pemerintahan dilakukan oleh pihak mempelai.

Babtisan Air

Gereja Pantekosta di Indonesia menganut doktrin baptisan dengan diselamkan ke dalam air sebagai tanda pertobatan, kelahiran baru, dan hidup berkemenangan dalam Kristus (Roma 6:4).

  1. Baptisan air dilakukan bagi mereka yang sudah dewasa (umur 17 tahun ke atas).
  2. Benar-benar bertobat, percaya dan lahir baru di dalam Kristus.
  3. Mengikuti katekisasi baptisan air.
  4. Waktu dan tempat pelaksanaan baptisan air ditentukan sesuai situasi dan kondisi.