Category Archives: Khotbah

DIPENUHI ROH KUDUS 2

Kisah Para Rasul 2:37-47

Pencurahan Roh Kudus yang dijanjikan oleh Yesus terjadi pada hari raya Pentakosta. Saat murid-murid sedang berkumpul dan berdoa, maka Roh Kudus turun atas mereka dan merekapun mengalami babtisan Roh Kudus tersebut, dengan tanda berkata-kata dengan bahasa-asing.

Adapun tujuan dari pencurahan Roh Kudus adalah memperlengkapi murid-murid Tuhan dengan kuasa untuk menjadi saksinya Kristus. Ini semua benar adanya dan menjadi kenyataan sejarah, bahwa setelah dipenuhkan dengan Roh Kudus murid-murid dengan penuh kuasa dan wibawa menyampaikan kebenaran Allah dan menjadi saksi Kristus tanpa ada perasaan takut dan malu, sebaliknya banyak orang dimenangkan dan dsielamatkan, hidup murid-murid berubah menjadi kehidupan yang disukai semua orang, sebab mereka memiliki karakter Kristus yang baik.

Hal ini dapat kita jumpai seperti yang ditulis dalam kisah para Rasul ini:

  1. Pemberitaan Firman Allah yang penuh kuasa yang membuat para pendengar berbalik kepada Allah. 2:37-40; 41; 47.
  2. Terjadi mujizat yang besar. 2:43; 5:12-16.
  3. Pola hidup illahi dalam kehidupan para murid Tuhan. 2:44-47.

Dengan memperhatikan peristiwa yang terjadi setelah murid-murid dipenuhi dengan Roh Kudus, maka kita dapat menyimpulkan bahwa pekerjaan Roh Kudus di dalam diri orang percaya itu melakukan dua hal besar yang saling berkaitan dan tidak boleh dipisahkan.

  1. Memberikan kuasa atau kharisma.
  2. Mengubah Karakter seseorang.

Kedua hal ini saling melengkapi. Gereja tidak hanya memiliki salah satu tetapi harus keduanya.

  • Jika hanya karunia tetapi tanpa karakter, gereja akan terjebak dalam kesombongan.
  • Jika hanya karakter tetapi tidak ada kuasa, maka gereja sama dengan lembaga sosial dan agama yang lain.

Oleh sebab itu gereja harus benar-benar tunduk dan taat untuk dipimpin oleh Roh Kudus, karena arti dipenuhkan Roh Kudus itu sejatinya adalah PLERO EN PNEUMATI, yang artinya dipimpin, dituntun, dikendalikan, dikuasai, diarahkan Roh Kudus untuk melakukan kehendak Allah (Efesus 5:18b).

Berbahagialah kita semua yang Tuhan berikan karunianya untuk menerima Roh Kudus, sebab dengan kuasaNya kita diberikan kuasa, kemampuan untuk menjadi saksi Kristus dimanapun berada. Jangan berhenti sampai menerima karunia saja, tetapi harus menundukkan diri dibawah kendali dan pimpinan Roh Kudus. Kita perlu belajar dari tokoh Simson dalam ketidak seimbangannya antara karunia dan karakter membuat dirinya gagal menjalankan misi Allah. Hakim-hakim 13-15, sebab diatas semuanya KARAKTER  yang dapat membuat kita tetap di atas.

 

Oleh. Pdt. Lukas Sukono.

DIPENUHI ROH KUDUS 1

Kisah Para Rasul 1:6-8

Gereja aliran Pentakosta dikenal sebagai gereja yang mempercayai bahwa peristiwa pencurahan Roh Kudus seperti yang dicatat dalam kitab Kisah Para Rasul bukan hanya catatan sejarah, tetapi peristiwa yang terus berlangsung dan masih terjadi sampai hari ini. Itu sebabnya tidak heran jika kita beribadah di gereja-gereja aliran Pentakosta menjumpai orang-orang yang berbahasa roh, bernubuat, dll.

Hal inilah yang membedakan gereja aliran Pentakosta dengan gereja-gereja lain. Ini juga yang membuat jemaat gereja Pentakosta sampai hari ini tetap berdoa meminta babtisan Roh Kudus terjadi dan merekapun mengalaminya.
Tujuan Tuhan Yesus memenuhi gerejanya dengan Roh Kudus sudah jelas, yaitu agar murid-muridNya menerima kuasa, dan dapat menjadi saksi Kristus dimanapun mereka berada.
KR 1:6-8 ini merupakan pernyataan perjanjian Yesus terhadap murid-murid bahwa mereka akan menerima kuasa untuk menjadi saksi jika Roh Kudus turun atas mereka. Jadi jelas bahwa tujuan dari diberikannya Roh Kudus agar mereka menerima kuasa untuk menjadi saksi Tuhan. Pernyataan ini disampaikan berkaitan dengan orientasi murid-murid yang belum pernah berubah: keinginannya merdeka dari penjajahan Roma dan Israel alami pemulihan secara jasmani (ay. 6; Lukas 24:21).

Ayat 7- 8 merupakan jawaban Yesus :

  1. Masalah pemulihan itu semua menjadi urusan Bapa dan Ia akan melaksanakannya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
  2. Adanya Roh Kudus yang memberi kuasa dan harus dialami oleh para murid agar mereka dapat menjadi saksi Kristus.

Siapakah Roh Kudus itu?

Ia adalah Allah sendiri, memiliki kuasa sama dengan Bapa dan Anak. Roh  Kudus adalah pribadi yang dapat mengalami sukacita, dukacita, bersedih, kecewa gembira sama seperti kita. Jika Ia turun dan berdiam di dalam diri seseorang dan orang tersebut dipenuhi dengan kuasaNya, maka Ia akan menyatakan kebesaran, kehebatan dan karakter Allah (I Yoh. 4:4).

Untuk apa  dipenuhi Roh Kudus?

Supaya mereka menjadi saksi dan menyatakan kehebatan Allah. Contoh Yusuf (Kej.41:37-40); Daniel (5:1-29); Petrus (KR 2:37-40); Jemaat Efesus (KR 19:1-7)

Bagaimana Roh Kudus turun ke atas seseorang?

Ia memintanya kepada Bapa dengan iman yang sungguh-sungguh, sebab Dia yang memiliki Roh itu dan memberikannya kepada siapa Dia berkenan (lukas 11:13), dan orang itu harus  sepakat dengan Allah (Amos 3:3)

 

Oleh. Pdt. Lukas Sukono.

MEMILIKI IDENTITAS YANG JELAS

Daniel 1:1-20

Jika ada pertanyaan :”SIAPAKAH ANDA”, biasanya seseorang akan menjawab dari tiga sisi :

  1. Berdasarkan keyakinan : saya orang Kristen, saya orang muslim…..
  2. Berdasarkan profesinya : saya seorang guru, saya seorang dr….
  3. Berdasarkan kepribadiannya : saya ini pemalu, saya ini pemarah…..

Cara seseorang mengenal siapa dirinya akan berpengaruh terhadap setiap gerak kehidupannya, sebab biasanya mereka akan berperilaku sesuai dengan identitas yang dimilikinya. Seorang yang mengatakan dirinya adalah dr, ia akan menempatkan dirinya sebagai dr. Seorang yang memiliki identitas Kristen, iapun akan mengamalkan kekristenannya di dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal inilah rupanya yang dialami dan terjadi dengan Daniel dan kawan-kawannya. Keputusannya untuk hidup dengan tidak menajiskan diri (8), tidak terlepas dari pengenalannya tentang identitasnya sebagai umat Allah, orang Ibrani asli yang harus hidup dan memelihara seluruh ajaran Yudhaisme yang dianut dan dipelajarinya di Israel.

Sekalipun kita melihat berbagai usaha dan upaya untuk membuat mereka melupakan asal-usulnya dengan mengganti namanya, dengan mengajarkan budaya Kasdim, tetapi hal itu tidak berhasil mengubah Daniel dan kawan-kawannya kehilangan identitasnya sebagai orang Israel yang menyembah dan mengenal Allah yang benar.

Dalam cerita inipun dikisahkan bahwa mereka rela hanya makan sayuran demi menjaga hidupnya tetap kudus dan tidak tercemar.

Terhadap keputusan yang mereka buat inilah, Allah menunjukkan sesuatu yang luar biasa. Dia membela orang yang menghormati kekudusan, memberikan sesuatu yang luar biasa dan mengangkatnya lebih tinggi dibandingkan dengan semua orang yang ada pada saat ini:

  1. Ayat 12-16 : Daniel dan kawan kawannya menjadi lebih sehat dan lebih gemuk, sekalipun makanannya hanyalah sayur mayur. Ini semua karena keajaiban dan pembelaan Tuhan
  2. Ayat 17-20 : Tuhan memberikan hikmat yang luar biasa melebihi semua rekan-rekannya. Suatu bukti bahwa Tuhan tidak mempermalukan anak-anaknya yang setia dalam kekudusan dan kebenaran.
  3. Ayat 21: Tuhan menempatkan Daniel menjadi orang penting dalam kerajaan Media Persia, dengan raja-raja yang berbeda dan silih berganti. Ini bukti bahwa kedudukan orang benar akan terus naik dan bukan turun.

Tuhan Memberkati.

 

Oleh. Pdt. Lukas Sukono.